“SAYA PEMUDA GAGAL HIJRAH
“SAYA PEMUDA GAGAL HIJRAH”
3 Tahun Lalu Saya (Admin) Tidak Begitu Fanatik Pada NU, Sebaliknya Saya Lebih Aktif Di Media-media Hijrah Tanpa Arah, Bukan NU Juga Bukan Muhammadiyah...
Masih Ingat Kata Teman Hijrah Ku Saat Itu,
“ Islam Ya Islam Ga Perlu NU, Ga Perlu Muhammadiyah Dan Lain Sebagainya ”
Pada Artikel Saya Saat Itu, Di Fanspage Dan Blog Yang Saat Itu Sudah Cukup Banyak Pengikutnya, Saya Kerap Mendapat Pesan-pesan Para Pemuda Hijrah Via Whatsapp Rutin Berupa Konten Atau Artikel Untuk Menyudutkan Para Pelaku Bid’ah Musyrik Hingga Sesat, Akhirnya Saya Terculyk Di Sebuah Grup Whatsapp, Masih Ingat Saat Itu Nama Komunitasnya “Pejuang Subuh” Entah Apa Yang Membelenggu Akal Dan Fikiranku, Di Dalam Grup Hampir Semua Mengharamkan Tahlil, Mengharamkan Ziarah Kubur Hingga Sesat Bagi Pelaku Qunut Di Sholat Subuh, Pada Saat Itu Saya Biasa Saja Tidak Terlalu Menghiraukan Apa Yang Di Bahas, Apa Yang Mereka Katakan, Saya Tidak Mau Ambil Pusing Apalagi Berdebat Atau Sekedar Protes, Saat Itu Saya Hanya Sebatas Menghargai Teman-teman Saja Terserah Apa Anggapan Mereka, Tapi Semakin Lama Semakin Saya Mengikuti Arah Dan Tujuan Komunitas Tersebut Saya Merasa Kurang Sejalan, Dimana Saat Itu Mereka Mengajariku Untuk Menghakimi, Memvonis, Menjustifikasi Salah Hak Orang Lain Dalam Kebaikan & Beribadah, Entah Itu Sesama Muslim Atau Umat Agama Lain. Tidak Ada Yang Menyenangkan Di Komunitas Tersebut, Pada Puncaknya Saat Mereka Mengharamkan Beberapa Poin-poin Tentang Haramnya Nasionalisme, Kebangsaan, Dari Situ Saya Merasa Komunitas Tersebut Sudah Sangat Menjurus Pada Dogma Dan Doktrin Memusuhi Bangsanya Sendiri (Bughot) Saat Itu Saya Left Tanpa Pamit, Dengan Alasan Penyimpanan Hp Saya Penuh.
Saya Berfikiran, Bagaimana Mungkin Saya Mengharamkan Tahlil, Saat Salah Satu Keluarga Saya Wafat, Saya Merasa Tenang & Tetap Sabar Berkat Tahlil, Doa & Dzikir Bersama Saudara, Kerabat Hingga Tetangga.
Bagaimana Mungkin Saya Yang Fakir Ilmu Mengharamkan Qunut Yang Di Dalamnya Terdapat Doa-doa Dan Harapan Yang Sangat Menyentuh Sanubari Qolbu Bagi Yang Mengerti.
Dan Saat Itu Juga Saya Memblokir Semua Orang-orang Yang Mengajariku Membenci, Menghakimi, Merasa Paling Suci Melebihi Para Wali Yang Sudah Mensyiarkan Islam Di Indonesia.
•
Kini Bagi Saya...
Islam Itu Menyenangkan
Islam Itu Ramah Dan Sejuk
Islam Itu Penuh Sukacita
Islam Itu Penebar Perdamaian
Bukan Islam Yang Haus Perang
Bukan Islam Yang Menakutkan
Bukan Islam Yang Tempramental
Bukan Islam Yang Hanya Tampilan
•
•
•
“Guyon Itu Barang Mewah, Dakwah Dengan Guyon Membuat Orang Senang Dengan Ta'at, Bukan Dengan Maksiat” (Gus Baha)
• Haddi VJB | Nahdliyin Online
#Hubbulwathonminaliman
#hwmi
3 Tahun Lalu Saya (Admin) Tidak Begitu Fanatik Pada NU, Sebaliknya Saya Lebih Aktif Di Media-media Hijrah Tanpa Arah, Bukan NU Juga Bukan Muhammadiyah...
Masih Ingat Kata Teman Hijrah Ku Saat Itu,
“ Islam Ya Islam Ga Perlu NU, Ga Perlu Muhammadiyah Dan Lain Sebagainya ”
Pada Artikel Saya Saat Itu, Di Fanspage Dan Blog Yang Saat Itu Sudah Cukup Banyak Pengikutnya, Saya Kerap Mendapat Pesan-pesan Para Pemuda Hijrah Via Whatsapp Rutin Berupa Konten Atau Artikel Untuk Menyudutkan Para Pelaku Bid’ah Musyrik Hingga Sesat, Akhirnya Saya Terculyk Di Sebuah Grup Whatsapp, Masih Ingat Saat Itu Nama Komunitasnya “Pejuang Subuh” Entah Apa Yang Membelenggu Akal Dan Fikiranku, Di Dalam Grup Hampir Semua Mengharamkan Tahlil, Mengharamkan Ziarah Kubur Hingga Sesat Bagi Pelaku Qunut Di Sholat Subuh, Pada Saat Itu Saya Biasa Saja Tidak Terlalu Menghiraukan Apa Yang Di Bahas, Apa Yang Mereka Katakan, Saya Tidak Mau Ambil Pusing Apalagi Berdebat Atau Sekedar Protes, Saat Itu Saya Hanya Sebatas Menghargai Teman-teman Saja Terserah Apa Anggapan Mereka, Tapi Semakin Lama Semakin Saya Mengikuti Arah Dan Tujuan Komunitas Tersebut Saya Merasa Kurang Sejalan, Dimana Saat Itu Mereka Mengajariku Untuk Menghakimi, Memvonis, Menjustifikasi Salah Hak Orang Lain Dalam Kebaikan & Beribadah, Entah Itu Sesama Muslim Atau Umat Agama Lain. Tidak Ada Yang Menyenangkan Di Komunitas Tersebut, Pada Puncaknya Saat Mereka Mengharamkan Beberapa Poin-poin Tentang Haramnya Nasionalisme, Kebangsaan, Dari Situ Saya Merasa Komunitas Tersebut Sudah Sangat Menjurus Pada Dogma Dan Doktrin Memusuhi Bangsanya Sendiri (Bughot) Saat Itu Saya Left Tanpa Pamit, Dengan Alasan Penyimpanan Hp Saya Penuh.
Saya Berfikiran, Bagaimana Mungkin Saya Mengharamkan Tahlil, Saat Salah Satu Keluarga Saya Wafat, Saya Merasa Tenang & Tetap Sabar Berkat Tahlil, Doa & Dzikir Bersama Saudara, Kerabat Hingga Tetangga.
Bagaimana Mungkin Saya Yang Fakir Ilmu Mengharamkan Qunut Yang Di Dalamnya Terdapat Doa-doa Dan Harapan Yang Sangat Menyentuh Sanubari Qolbu Bagi Yang Mengerti.
Dan Saat Itu Juga Saya Memblokir Semua Orang-orang Yang Mengajariku Membenci, Menghakimi, Merasa Paling Suci Melebihi Para Wali Yang Sudah Mensyiarkan Islam Di Indonesia.
•
Kini Bagi Saya...
Islam Itu Menyenangkan
Islam Itu Ramah Dan Sejuk
Islam Itu Penuh Sukacita
Islam Itu Penebar Perdamaian
Bukan Islam Yang Haus Perang
Bukan Islam Yang Menakutkan
Bukan Islam Yang Tempramental
Bukan Islam Yang Hanya Tampilan
•
•
•
“Guyon Itu Barang Mewah, Dakwah Dengan Guyon Membuat Orang Senang Dengan Ta'at, Bukan Dengan Maksiat” (Gus Baha)
• Haddi VJB | Nahdliyin Online
#Hubbulwathonminaliman
#hwmi

No comments for "“SAYA PEMUDA GAGAL HIJRAH"
Post a Comment