MAJELIS TAHLILAN DAN MAJELIS POKERAN
MAJELIS TAHLILAN DAN MAJELIS POKERAN
Berapa banyak amaliah-amaliah Islam yang ada di Indonesia ini disesatkan, dibid'ahkan bahkan disyirikkan hanya karena itu dilakukan umat Islam Indonesia. Jangankan perbuatan yang mubah (misal: wisata ke Borobudur yang mereka sesatkan), amaliah yang baik yang mendatangkan pahala juga dibid'ahkan, contohnya tahlilan. Bahkan mereka menuduh tahlilan itu lebih hina dari zina.
Jadi orang yang tahlilan itu dosanya lebih besar dari pada pezina.
Ujung-ujungnya pakai dalil andalan mereka (kaum Salafi/Wahabi, dan sejenisnya):
كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ وَكُلُّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ
"Kullu bid'ah itu sesat dan kullu kesesatan itu neraka"
Dalil tersebut dipakai layaknya kunci inggris, yang bisa distel berapa besar mulutnya, yang bisa diatur berapa ukuran mur bautnya, kunci inggris alatnya. Apapun amaliahnya dalilnya, "Kullu bid'atin dholalah .....".
Bagi kaum Wahabi/Salafi, dan sejenisnya, itulah dalil "kunci inggris" yang dipakai mendalili apapun permasalahannya. Dan lucunya, ujung-ujungnya pasti bid'ah neraka.
Mereka mengartikan "kullu" itu apapun yang tidak pernah ada di zaman Rasul, apapun yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Mereka lupa atau bahkan tidak tahu bahwa dalam Alquran dan Hadits itu ada perintah dan ada larangan.
Namun perlu diketahui bahwa dalam kehidupan ini ternyata ada perbuatan yang tidak diperintah dan tidak dilarang. Inilah yang disebut "At-Tark". Ini artinya Nabi tidak melakukan setiap perbuatan yang ada di dunia ini, karena perbuatan tersebut sudah masuk dalam dalil secara umum.
Yang perlu diberi contoh dan tata cara serta SOP yang rigid itu hanyalah ibadah yang mahdhoh, sedangkan yang ghairu mahdhah "wilayah orbitnya" adalah sesuai syariat secara umum atau tidak, bukan diperintah, dilarang atau dicontohkan.
Tahlilan adalah ibadah yang ghairu mahdhah dan metode dakwah yang berikhtiar mendakwahkan Islam lewat budaya. Pola penyebaran Islam di Indonesia beda dengan metode dakwak di Timur Tengah. Jika di Arab sana, dakwahnya pakai penaklukan, namun di Indonesia/Nusantara cara dakwahnya dengan damai yaitu lewat budaya.
Tapi apapun alasannya, mereka sudah kadung mengklaim bahwa amaliah warga NU, warga Aswaja, warga Nusantara, warga Indonesia adalah salah. Namun anehnya mereka tidak pernah menyalahkan, mensesatkan amalan orang Arab. Apapun yang dilakukan orang Arab bagi mereka adalah benar, jikapun salah sudah terampuni karena Arab adalah "negara" Nabi.
Ujung-ujungnya mereka menyalahkan majelis tahlilan dan tutup mata dengan majelis pokeran.
Aneh ......miris ........
(Nun)
#HubbulWathonMinalIman
Berapa banyak amaliah-amaliah Islam yang ada di Indonesia ini disesatkan, dibid'ahkan bahkan disyirikkan hanya karena itu dilakukan umat Islam Indonesia. Jangankan perbuatan yang mubah (misal: wisata ke Borobudur yang mereka sesatkan), amaliah yang baik yang mendatangkan pahala juga dibid'ahkan, contohnya tahlilan. Bahkan mereka menuduh tahlilan itu lebih hina dari zina.
Jadi orang yang tahlilan itu dosanya lebih besar dari pada pezina.
Ujung-ujungnya pakai dalil andalan mereka (kaum Salafi/Wahabi, dan sejenisnya):
كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ وَكُلُّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ
"Kullu bid'ah itu sesat dan kullu kesesatan itu neraka"
Dalil tersebut dipakai layaknya kunci inggris, yang bisa distel berapa besar mulutnya, yang bisa diatur berapa ukuran mur bautnya, kunci inggris alatnya. Apapun amaliahnya dalilnya, "Kullu bid'atin dholalah .....".
Bagi kaum Wahabi/Salafi, dan sejenisnya, itulah dalil "kunci inggris" yang dipakai mendalili apapun permasalahannya. Dan lucunya, ujung-ujungnya pasti bid'ah neraka.
Mereka mengartikan "kullu" itu apapun yang tidak pernah ada di zaman Rasul, apapun yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Mereka lupa atau bahkan tidak tahu bahwa dalam Alquran dan Hadits itu ada perintah dan ada larangan.
Namun perlu diketahui bahwa dalam kehidupan ini ternyata ada perbuatan yang tidak diperintah dan tidak dilarang. Inilah yang disebut "At-Tark". Ini artinya Nabi tidak melakukan setiap perbuatan yang ada di dunia ini, karena perbuatan tersebut sudah masuk dalam dalil secara umum.
Yang perlu diberi contoh dan tata cara serta SOP yang rigid itu hanyalah ibadah yang mahdhoh, sedangkan yang ghairu mahdhah "wilayah orbitnya" adalah sesuai syariat secara umum atau tidak, bukan diperintah, dilarang atau dicontohkan.
Tahlilan adalah ibadah yang ghairu mahdhah dan metode dakwah yang berikhtiar mendakwahkan Islam lewat budaya. Pola penyebaran Islam di Indonesia beda dengan metode dakwak di Timur Tengah. Jika di Arab sana, dakwahnya pakai penaklukan, namun di Indonesia/Nusantara cara dakwahnya dengan damai yaitu lewat budaya.
Tapi apapun alasannya, mereka sudah kadung mengklaim bahwa amaliah warga NU, warga Aswaja, warga Nusantara, warga Indonesia adalah salah. Namun anehnya mereka tidak pernah menyalahkan, mensesatkan amalan orang Arab. Apapun yang dilakukan orang Arab bagi mereka adalah benar, jikapun salah sudah terampuni karena Arab adalah "negara" Nabi.
Ujung-ujungnya mereka menyalahkan majelis tahlilan dan tutup mata dengan majelis pokeran.
Aneh ......miris ........
(Nun)
#HubbulWathonMinalIman

No comments for "MAJELIS TAHLILAN DAN MAJELIS POKERAN"
Post a Comment