HIZBUT TAHRIR (HTI) MEMPOLITISIR AZHARI
HIZBUT TAHRIR (HTI) MEMPOLITISIR AZHARI
Dalam melancarkan agenda khilafahnya, trik HT/HTI kali ini adalah "mencatut" (memanfaatkan) nama besar al-Azhari University, Cairo, Mesir, dengan dalih bahwa al-Azhar mempunyai jasa dalam perjuangan dalam menegakkah khilafah ala HT.
Diantara adalah:
1) Pendiri Hizbut Tahrir, Syeikh Taqiyuddin an-Nabhani adalah lulusan al-Azhar.
2) Amir kedua Hizbut Tahrir Syeikh Abdul Qadim Zallum, juga adalah lulusan al-Azhar.
3) Amir ketiga adalah lulusan Jami'ah Qahirah, dan banyak berinteraksi dengan masyayikh al-Azhar selama belajar di Mesir.
4) Hai'ah Kibar Ulama al-Azharlah yang pertama kali mengadakan Persidangan Khilafah Antarabangsa di Cairo, 1925 M.
Bantahan:
1) Alumni sebuah lembaga pendidikan, belum tentu masih konsisten mempunyai pola pikir dengan lembaganya, ketika si dianya sudah lulus. Karena tidak sedikit, si alumni justru bertentangan dengan universitasnya itu sendiri. Alumni sebuah universitas itu banyak ragamnya, punya pola pikir yang beragam dari A sampai Z. Semua boleh mengaku alumni, tapi alumni sejati adalah alumni yang masih memegang teguh prinsip universitasnya.
2) Walau beberapa amir HT lulusan al-Azhar, belum tentu pola pikir, manhajnya dan perilaku masih sejalan dengan al-Azhar. Faktanya saat HT melakukan "kudeta" di Mesir, justru Al-Azhar berada pada pihak pemerintahan Mesir, pemerintahan yang sah.
3) Al-Azhar bersama Nahdlatul Ulama (PBNU) adalah jangkar Aswaja (paham Ahlussunnah wal Jamaah) dunia. Dimanapun Aswaja berada, pasti mempunyai karakter yang moderat, tasawut, wasathiyah.
Tidak ada istilah memberontak kepada pemerintahan yang sah dalam kamus Aswaja. Dalam kitab-kitab ulama Aswaja, justru melarang bughot (mengganti dasar negara yang sah). Dengan demikian, bagaimana mungkin HT ingin menyamakan dengan al-Azhar?
4) Ulama al-Azhar memang pernah mengadakan Hai'ah Kibar Ulama tahun 1925 di Cairo, yaitu persidangan khilafah antar bangsa. Dengan melihat, mengamati dan mempelajari perkembangan sidang yang terjadi yang sangat alot, maka ulama-ulama tersebut berfikir realistis. Dengah kesimpulan, bahwa khilafah sudah tidak layak untuk diperjuangkan, dengan diganti model negara bangsa.
Masing-masing negara bebas menggunakan sistem apapun dalam pengelolaan negaranya dengan catatan tidak bertentangan dengan Islam.
Inilah yang membedakan dengan HT yang masih ngeyel, keukeuh, maksa suatu negara untuk mengganti sistem pemerintahannya menjadi khilafah, dimanapun negara tempat hizbiyyin itu tinggal.
Maka tidak heran jika keberadaan mereka ditekan pemerintah dimanapun mereka berada. Terbukti HT telah dibubarkan dan dianggap organisasi ter@ris pada lebih dari 20 negara, baik negara-negara Islam lebih-lebih negara-negara non Islam.
(Nun)
Follow :
Instagram HWMI :
https://www.instagram.com/hubbul_wathon_
Twitter HWMI :
https://twitter.com/Hubbul_Wathon26
#HubbulWathonMinalIman

No comments for "HIZBUT TAHRIR (HTI) MEMPOLITISIR AZHARI"
Post a Comment