Cerpen Ini Hidupku Ini Kisahku
Ini Hidupku Ini Kisahku
Oleh: Lia
Aku
tinggal di sebuah desa kecil di sebelah Selatan Amerika, di sebuah gubuk kecil
yang kunamai rumah.
Rumahku
tak besar namun juga tak bisa dikatakan kecil. Apalah arti sebuah rumah jika
hanya aku seorang yang tinggal di dalamnya. Jangan kau tanya di mana suami dan
anggota keluargaku yang lain. Perang yang dingin telah merampas mereka secara
kasar dariku.
Akh...
sudahlah! Aku tak ingin mengingat-ingat cerita tragis yang diceritakan
berulang-ulang oleh semua orang. Toh bagiku perang tak benar-benar bisa
merenggut mereka dariku, setidaknya di sini. Aku masih menyimpan semua
benda-benda milik mereka dengan rapi. Aku masih mengingat dengan jelas baju
kesukaan suamiku dan jaket kesayangan anakku. Aku selalu mencucinya setiap
minggu,kalau-kalau suatu waktu suami atau anakku pulang dengan kaki
pincangnya ataupun dengan tangan terbalut, benda-benda kesayangan itu akan
menyambut mereka di sini bersama cintaku. Bayangan itulah yang selama ini
membuatku sanggup melalu hari-hari sepiku.
Setiap
sore setelah semua pekerjaan rumah tangga selesai kukerjakan, aku akan duduk di
tengah padang rumput di depan rumahku. Ladang itu adalah saksi bisu betapa
hangatnya keluarga kami sebelum perang terkutuk itu membawa mereka pergi dibalut
angin dingin bulan November malam itu.
Di
ladang itu juga kupancangkan sebatang salib dari pohon tua yang dulu ditanam
dengan penuh kasih oleh suamiku. Kujadikan
itu penanda bahwa aku tak sendirian, bahwa pasti masih akan terus ada harapan selama aku terus berharap. Seperti
sore ini.. matahari yang begitu hangat menemaniku tersenyum memandang ke arah
jalan dan menantikan belahan hatiku kembali. Sambil tak lupa kudendangkan
sebaris lagu..
telah
terlambat menanyakan sebab..
sebab
tlah lelah mencari penyebab..
apa yang akan terjadi nanti..
nanti saja berpikir dan merenungi..
bagaimana
semua harus dijalani..
jalani
seperti hanya ada hari ini..
(Bandung, 2009-01-26 )
“Ini Hidupku.. ini kisahku…”
Bandung, 2009-12-05
Ivy
*biru belajar memahami tentang harapan

No comments for "Cerpen Ini Hidupku Ini Kisahku"
Post a Comment