Gus, Aku Rindu

Gus, Aku Rindu

Dalam rangka memperingati sewindu haul Gus Dur

Oleh: Medi Juniansyah

Gus, andai sampeyan masih ada, sungguh sampeyan diharapkan mampu menyelesaikan kegaduhan terhadap bangsa ini dengan guyonan sambil Ngopi Bareng sampeyan, Gus.

Gus, hari ini NKRI sedang menangis dengan orang orang yang mengaku bertempat tinggal di tanah NKRI ini tapi tidak bisa memperkokohnya dengan tidak menerima kebhinnekaan yang telah dibangun berpuluh bahkan ratusan tahun silam lamanya oleh para pahlawan dan ulama pendiri bangsa yang plural ini, Gus.

Gus, aku dengar dengar, kalo sampeyan pernah bilang, sampeyan tidaklah pergi tapi untuk  pulang? Benarkah begitu, Gus? Kalo memang begitu adanya, maka pulanglah kembali bersama kami untuk menyelesaikan persoalan kegaduhan yang terjadi di bangsa ini, Gus.

Gus, kami merindukan sosok Guru Bangsa seperti sampeyan, yang bisa menyelesaikan kegaduhan bangsa dengan rendah hati tanpa adanya perpecahan. Tapi sejujurnya aku katakan Gus, aku takut, seandainya sampeyan masih ada bersama bangsa ini, lalu kemudian aku sowan pada sampeyan untuk menyampaikan perihal kegaduhan yang tengah dialami bangsa ini, terus sampeyan bilang : "Haduuh,, le,,, le,,, Gitu Aja Kok Repot??". Lah kok sampeyan ngomong gitu, Gus? Kan aku Bela Islam? terus sampeyan jawab lagi: "Tuhan itu tidak perlu dibela. Dia sudah Maha Segalanya. Belalah mereka yang diperlakukan tidak adil"! Jadi aku harus gimana, Gus? Jadi begini : "Ke-Indonesiaan adalah ketika agama agama atau keyakinan yang hidup di Indonesia berdiri sejajar dan memiliki kontribusi yang sama terhadap negeri ".  Lalu, "Jika PERBEDAAN adalah Rahmat, kenapa manusia di negeri ini berebut untuk membencinya?".

Oh iya Gus, aku baru sadar, bahwa Islam Rahmatan lil'alamin yang Rasulullah SAW ajarkan lebih kepada pembenahan moralitas manusia, bukan untuk perpecahan apalagi Agama yang menjadi barang gadain untuk kepentingan politik. Sungguh miris melihat kondisi bangsa yang aku cintai ini, Gus.

Gus, terakhir, aku hampir lupa, bahwa aku dan juga mereka yang merindukan sosok sampeyan tidak bermaksud untuk mengkultuskanmu atau lebih parahnya lagi ada yang bilang kami mendewa dewakan sampeyan, Gus. Tapi kami dengan lantang menjawab, bahwa sampeyan hanya inspirasi Guru Bangsa kami, Gus. Denganmu, kami bisa belajar menghargai perbedaan dalam bangsa ini.

Semoga Allah selalu melindungi bangsa ini dari pihak pihak yang ingin memecah belah NKRI. Aamiin....

#Bagiku, Allah SWT, tetap Tuhanku.
#Bagiku, Muhammad SAW, tetap Rasulku.
#Bagiku, Gus Dur, adalah Guru Bangsa kami.
#Bagiku, NKRI HARGA MATI...!!!!
#SewinduHaulGusDur

No comments for "Gus, Aku Rindu"